Untitled Entry - Read Full Article

Disaster Risk Reduction melalui Penerapan Kurikulum Manajemen Bencana Berbasis Kearifan Lokal sebagai Mata Pelajaran Muatan Lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta

ABSTRAK

Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik yang aktif sehingga memiliki intensitas kegempaan paling aktif di dunia. Kurang lebih 75%  The Ring of Fire yang melintasi wilayah Indonesia (Tomascik dkk, 1997) yang menyebabkan Indonesia menjadi negara yang kerap dilanda bencana alam, seperti gempa, gunung meletus hingga tsunami dan berbagai macam bencana alam lainnya.

Yogyakarta sebagai salah satu kota di Indonesia yang sering dilanda bencana alam telah memiliki kearifan lokal dalam manajemen bencana. Namun, karena koordinasi yang kurang baik antara pemerintah dan masyarakat menyebabkan kearifan lokal dalam manajemen bencana kurang dapat terorganisir dengan baik. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap Indonesia sebagai negeri yang rawan bencana belum benar-benar kuat, terbukti belum adanya sikap institusionalisasi terhadap bencana. Padahal kesadaran dan edukasi kebencanaan merupakan hal yang paling penting pada manajemen bencana. (Fasri Jalal.2010)

Psikoedukasi  pada siswa SMA dan sederajat dianggap langkah tepat dalam suatu pembelajaran mitigasi bencana. Dari hasil penelitian yang dilaklukan oleh Siti Irene Astuti D, Sudaryono, S. U (2009) menyatakan bahwa berdasarkan kualitas ORID (objective, reflective, interpretative, and decision) (Lazan & Maria, 2003) dari siswa Bantul (sampel) dalam merespon gempa cenderung kondusif dalam upaya membangun budaya PRB (pengurangan resiko bencana). Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa siswa pada daerah gempa masih menunjukkan persepsi obyektif terhadap peristiwa gempa. Meskipun masih mengalami shock dan takut, tetapi siswa tetap memiliki faktor protektif sebagai modal untuk membangun resiliensi melalui keinginan untuk mempelajari pengetahuan mengenai antisipasi bencana.

Maka metode penerapan kurikulum kebencaan berbasis kearifan lokal sebagai muatan lokal  diprediksi akan memberikan dampak terhadap pengurangan resiko bencana. Selain itu, kurikulum kebencanaan sebagai mata pelajaran muatan lokal dapat menjadi rekomendasi bagi dunia pendidikan untuk diterapkan sebagai solusi atas tingginya tingkat kerugian akibat bencana.

 

Kata Kunci :bencana alam, manajemen bencana, muatan lokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>