Bagaimana Persiapan untuk kurikulum 2013?

Kurikulum 2013 yaitu kurikulum baru pengganti KTSP yang dipakai sekarang, banyak pihak mulai dari guru, pemerintah, jajaran pendidikan dan pihak – pihak yang berkaitan dengan pendidikan yang mempertanyakannya. Kurikulum 2013 ini digadang – gadang akan memperbaiki kurikulum sebelumnya yang telah ada.

Kurikulum 2013 yang terkesan tergesa-gesa tanpa dipersiapkan dengan matang dan disosialisaiskan secara massal, akan mengakibatkan peserta didik menjadi korban dari kebijakan pemerintah yang tidak memahami esensi bahwa pendidikan bertujuan untuk mempertajam pikiran dan menghaluskan perasaan.

Pendidikan bukan semata-mata hanya membuat anak didik bertakwa, tetapi pendidikan esensinya mampu mewujudkan manusia beradab, cerdas, rasional dan dewasa. Selain itu, banyak hal dan aspek yang masih perlu banyak perbaikan dan perubahan. Misalnya saja mutu dan kualitas guru, buku paket, pengawas dan birokrat pendidikan yang memang masih rendah. Para guru juga mendesak pemerintah agar jangan sibuk mengutak-atik kurikulum, namun lebih fokus untuk membenahi mutu guru, kepala sekolah, pengawas, dan birokrat pendidikan yang memang rendah.

Alokasi dana yang tersedia senilai Rp 2,49 triliun untuk perubahan Kurikulum 2013 dinilai lebih tepat untuk memperbanyak pusat pelatihan guru, peningkatan mutu lembaga pendidik tenaga kependidikan, dan kegiatan lain yang terkait peningkatan mutu pendidik. Sebab, persoalan mendasar soal guru sampai saat ini tidak juga diperbaiki secara tepat, tidak cukup dengan sertifikasi guru.

para guru mempelajari dan mendiskusikan materi-materi dalam Kurikulum 2013 yang aneh dan mereduksi akal sehat ke dalam ketaatan yang buta. Oleh karena itu, kami memandang perlunya direvisi ulang materi-materi dalam Kurikulum 2013 yang bertolak belakang satu sama lain dengan logika akal sehat. Materi-materi yang sangat abstrak dan mengarah pada kurikulum teokrasi, materi-materi tersebut membingungkan dalam praktek pembelajaran dan dalam penilaian karena kompetensi yang tidak jelas.

Syawal Gultom, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidik dan Peningkatan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan pelatihan guru tidak semata untuk mampu melaksanakan Kurikulum 2013, sebab yang utama peningkatan kompetensi guru. Dengan demikian, guru siap memperbaiki pembelajaran apapun kurikulumnya.

Terkait pelatihan guru untuk implementasi Kurikulum 2013, menurut Syawal, pelatihan yang dijalani guru berbeda dengan pelatiahn selama ini. Para guru akan banyak dilatih untuk menerapakan metode pembelajaran yang baik hingga tahap simulasi sehingga siap langsung menerapkan di kelas, sambil didampingi guru inti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>