Durian dan Kandungan Kulitnya More Benefit for Us….

Oleh Chaerul Novita P

Tanaman durian ( Durio zibethinus Murr ) termasuk dalam famili Bombaceae yang dikenal sebagai buah tropis basah asli Indonesia. Tanaman durian merupakan buah asli Indonesia yang menempati posisi ke-4 buah nasional dengan produksi yang tidak merata sepanjang tahun, lebih kurang 700 ribu ton per tahun. Secara nasional, tanaman durian mengalami musim panen yang tidak serentak yang berlangsung dari bulan September sampai Pebruari serta mengalami masa paceklik bulan April sampai Juli (Sinar Tani, 2010).

Durian (Durio zibhetinus Murr) merupakan buah yang memiliki aroma yang sangat khas, buah ini juga merupakan buah yang banyak diminati masyarakat karena rasa enak dan aromanya yang harum. Pada saat musim buah durian, maka masalah lingkungan pun terjadi akibat dari limbah kulit itu sendiri yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. ( Tim Bina Karya Tani, 2010 dalam Jurnal Universitas Sumatera Utara).

Durian merupakan buah yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Durian merupakan tanaman buah yang mulai dikenal di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7 Masehi. Buah durian berasal dari istilah Melayu yang didasari dari bentuk buahnya, yaitu dari kata duri dengan pemberian akhiran –an sehingga terbentuk nama dari buah durian ini. Hutan Malaysia, Sumatera dan Kalimantan merupakan asal tanaman ini, tanaman ini pada mulanya merupakan tanaman liar. Selanjutnya persebaran buah ini  ke arah Barat  yaitu di negara Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah Durian memiliki berbagai varietas, beberapa yang sudah di kenal yaitu durian sukun ( Jawa Tengah ), petruk ( Jawa Tengah ), Montong ( Thailand ) dan lain-lain ( Tim Bina Karya Tani, 2008 ).

Buah Durian yang berbentuk bulat atau lonjong atau tidak teratur dan ukurannya kecil sampai besar. Kulit buah berduri dan bagian dalam buah mempunyai beberapa rongga dengan setiap rongga berisi biji yang dibungkus oleh daging buah. Buah Durian ( Durio Zibethinus Murr ) Selain rasa yang lezat dan aroma yang harum, ternyata buah durian memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya pada daging buahnya, tetapi juga pada kulit dan daunnya. ( Tim Bina Karya Tani, 2008 )

Durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh jika dimakan tanpa berlebihan. Di dalam daging buah durian mengandung banyak sekali zat gizi, di antaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin, dan riboflavin. Fosfor dan zat besi yang terdapat dalam durian ternyata 10 kali lebih banyak daripada buah pisang.

Kandungan gizi tiap 100 gram buah durian adalah 67 gram air, 2,5 gram lemak, 28,3 gram karbohidrat, 1,4 gram serat, 2,5 gram protein, dan menghasilkan energi sebesar kurang lebih 520 kJ. Dengan beberapa kandungan di dalam buah durian, sehinngga buah durian memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Durian mengandung banyak asam amino triptofan, yang gunanya untuk mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia
  2. Makan durian juga menimbulkan rasa bahagia karena buah ini meningkatkan kadar serotonin dalam otak.
  3. Dapat mengatasi anemia karena durian kaya akan asam folat dan zat besi.
  4. Dapat mengatasi sembelit, karena kandungan serat yang cukup tinggi.
  5. Menghambat penuaan dini, karena kandungan vitamin C sebagai antioksidan.
  6. Meningkatkan tenanan darah rendah, karena kandungan zat besi dan sifatnya yang panas.
  7. Baik untuk kesehatan tulang dan sendi, karena kandungan kalsium, potassium dan berbagai vitamin B.

 

Kulit Buah Durian

Tanaman durian ( Durio zibethinus Murr ), merupakan salah satu jenis buah-buahan yang produksinya melimpah. Buah durian disebut juga The King of Fruit sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat karena rasanya yang khas. Bagian buah yang dapat dimakan (persentase bobot daging buah) tergolong rendah yaitu hanya 20,52%. Hal ini berarti ada sekitar 79,08% yang merupakan bagian yang tidak termanfaatkan untuk dikonsumsi seperti kulit dan biji durian.  (Setiadi, 2007 )

Kulit durian merupakan limbah rumah tangga yang di buang sebagai sampah dan tidak memiliki nilai ekonomi, khususnya di desa ploso, jumapolo, karanganyar. Pada saat puncaknya limbah kulit durian mencapai 100 ton per hari.

Kulit durian secara proporsional mengandung unsur selulose yang tinggi (50-60 %) dan kandungan lignin (5 persen) serta kandungan pati yang rendah (5 persen) sehingga dapat diindikasikan bahan tersebut bisa digunakan sebagai campuran bahan baku papan olahan serta produk lainnya yang dimampatkan. Nilai keteguhan lengkung (Modulus of Elastisity) produk papan partikel dari limbah kulit durian yang menggunakan perekat mineral (semen) adalah sebesar 360 kg/cm2 dengan nilai keteguhan patah (Modulus of Rupture) sebesar 543 kg/cm2. (http://frandy18.student.umm.ac.id/2011/09/23/manfaat-kulit-durian/ )

Kandungan kimia kulit durian yang dapat dimanfaatkan adalah pektin. pektin merupakan senyawa yang baik digunakan sebagai pengental dalam makanan. Sehingga pektin yang diperoleh dari kulit durian dapat dimanfaatkan sebagai pengental dalam pembuatan cendol atau dapat dijadikan sebagai tepung

Orang-orang tua zaman dahulu yang memanfaatkan kulit durian ini untuk bahan bakar pengusir nyamuk atau bahan bakar untuk memasak maka ini terbukti berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor kulit durian yang diperoleh menunjukkan angka sebesar 3786,95 kal/gram dengan kadar abu rendah yaitu 4 persen.

Lumatan  kulit durian dapat dilumaskan ke perut untuk memudahkan buang air besar, juga untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kurap), air abu kulit buah durian dapat digunakan sebagai obat pelancar haid dan juga penggugur kandungan (abortivum).

 

One thought on “Durian dan Kandungan Kulitnya More Benefit for Us….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>