IMPLEMENTASI KREATIFITAS DAN INTEGRITAS PEMUDA DALAM ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (Wahyu A.D.P., 2014)

IMPLEMENTASI KREATIFITAS DAN INTEGRITAS PEMUDA DALAM ASEAN ECONOMIC COMMUNITY

Wahyu Ardian Dwi Prasetyo

Universitas Sebelas Maret

 

 

Akhir tahun 2015 yang akan datang, negara-negara di Asia Tenggara akan menyambut ASEAN Economic Community (AEC). AEC merupakan bentuk integrasi bersama sepuluh negara ASEAN dengan tujuan untuk menjalin kerjasama antar negara anggota di berbagai bidang seperti, ekonomi, sosial, budaya, jasa, dan lain – lain. Dengan adanya AEC, diharapkan dapat meningkatkan daya saing di kanca Internasional, yang kemudian dapat mewujudkan stabilitas ekonomi, serta mengurangi kemiskinan negara – negara anggota. Implementasi langsung dari pemuda sangat diperlukan, agar Indonesia siap menghadapi AEC.

 

ASEAN Economic Community

AEC merupakan realisasi dari Visi ASEAN 2020 yaitu untuk melakukan integrasi terhadap negara – negara ASEAN dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama. Dalam AEC terdapat lima hal yang dapat diimplementasikan yaitu, arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus bebas modal, dan arus tenaga kerja terampil.

Konsep utama dari ASEAN Economic Community adalah menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi dimana terjadi free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN yang kemudian diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi diantara negara-negara anggotanya melalui sejumlah kerjasama yang saling menguntungkan. Kehadiran ASEAN Economic Community bisa membantu ketidakberdayaan negara-negara ASEAN dalam persaingan global ekonomi dunia yaitu dengan membentuk pasar tunggal yang berbasis di kawasan Asia Tenggara. Liberalisasi di bidang jasa yang menyangkut sumber daya manusia mungkin akan tampak terlihat jelas karena menyangkut tentang penempatan tenaga terampil dan tenaga tidak terampil dalam mendukung perekonomian negara. Namun, yang paling banyak berpengaruh dan sangat ditekan dalam ASEAN Economic Community adalah tenaga kerja terampil.

AEC 2015 akan diarahkan kepada pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan dengan mengurangi biaya transaksi perdagangan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis, serta meningkatkan daya saing sektor UMKM. Pemberlakuan AEC 2015 bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi, yang di dalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja. Implementasi AEC 2015 akan berfokus pada 12 sektor prioritas, yang terdiri atas tujuh sektor barang (industri pertanian, peralatan elektonik, otomotif, perikanan, industri berbasis karet, industri berbasis kayu, dan tekstil) dan lima sektor jasa (transportasi udara, pelayanan kesehatan, pariwisata, logistik, dan industri teknologi informasi atau ­e-ASEAN).

Rencana pemberlakuan AEC tersebut dicantumkan dalam Piagam ASEAN yang disahkan pada 2007. Pada tahun tersebut pula disepakati bahwa pencapaian AEC akan dipercepat dari 2020 menjadi 2015. Pengesahan AEC sendiri dicantumkan pada pasal 1 ayat 5 Piagam ASEAN dan diperkuat dengan pembentukan Dewan Area Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Council) yang tercantum dalam lampiran I Piagam ASEAN. Itulah dasar hukum yang mengesahkan terbentuknya ASEAN Economic Community.

 

Integritas Pemuda dalam Menghadapi ASEAN Economic Community

ASEAN Economic Community ini sendiri bagi Indonesia bisa menjadi peluang ataupun ancaman. Konsekuensi diberlakukannya AEC adalah liberalisasi perdagangan barang, jasa, dan tenga terambil secara bebas dan tanpa hambatan tarif atau non tarif. Oleh karena itu, siap atau tidak siap, Indonesia tetap akan mengikuti AEC pada akhir tahun 2015 karena sudah disepakati bersama bersama negara – negara ASEAN.

ASEAN Economic Community tidak akan menunggu Indonesia siap, namun Indonesia harus siap menghadapi ASEAN Economic Community.

Disinilah peran pemuda dibutuhkan. Usia produktif adalah usia antara 15 –25 tahun, dimana di usia tersebut manusia akan menghasilkan banyak karya. Menurut analisa kependudukan bangsa Indonesia, pada tahun 2025-2045, Indoneisa akan memiliki manusia – manusia produktif berkisar 70 % dari seluruh penduduk Indonesia. Hal ini berarti dua hal bagi bangsa Indonesia, semakin maju dengan banyaknya penduduk berkualitas atau semakin terpuruk dengan banyaknya pengangguran.

Dengan menjadikan ASEAN Economic Community sebagai tantangan khusus, pemuda harus menjadi sosok yang bisa menjadi pedoman dan panutan yang selain mampu berkontribusi dalam membangun negeri, juga memiliki rasa tanggung jawab yang besar.

Dalam menghadapi ASEAN Economic Community, pemuda harus menjadi pemimpin yang bisa mengubah pola pikir masyarakat yang cenderung konsumtif menjadi produktif, sehingga kita bisa mengurangi pengeluaran dan memperbesar pendapat negara. Kedua, para pemuda harus menyakinkan masyarakat luas kalau produk Indonesia tak kalah dengan produk negara lain. Dapat menjadi tenaga kerja yang handal, karena maju atau tidaknya sebuah negara tidak lagi ditentukan dari sumber daya alamnya tapi dari sumber daya manusianya. Dan yang paling penting, mengubah pola pikir dari pegawai menjadi pengusaha.

 

Kreatifitas Pemuda dalam Menghadapi ASEAN Economic Community

Asean Economic Community bukan merupakan hal yang dapat diselesaikan dengan persaingan melainkan dengan kolaborasi. Pemuda cenderung lebih aktif dan kreatif dan inovatif, oleh karena itu akan sangat menguntungkan jika kemampuan dari masing-masing pemuda tersebut dapat dikolaborasikan. Kemampuan mereka dilihat dari aspek intelektualitas, kecerdasan dan penguasaan wawasan keilmuan. Ilmu dan wawasan yang dimiliki selain akan memperluas cakrawala pandangan, juga memberikan bekal teoritis maupun praktis dalam pemecahan masalah. Seorang pemuda akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang ada yang pada masa dahulu pernah ditemui manusia dan dirumuskan dalam berbagai teori pemecahannya. Atau, jika hal yang ada belum pernah ditemui sebelumnya, maka mereka sudah memiliki bekal yang metodologis dan sistematis tentang bagaimana cara menemukan pemecahan masalah-masalah yang ada. Dengan kemampuan pemuda yang seperti itu tidak dapat dipungkiri bahwa modal terbesar indonesia terletak pada generai muda dan keterlibatan pemuda dalam berbagai masalah, khususnya ekonomi.

Mahasiswa sebagai pucuk generasi muda merupakan ladang utama orang-orang yang mempunyai daya kreatif tinggi. Mahasiswa yang berilmu penggetahuan luas, menyukai hal-hal baru, bersemangat juang tinggi, berpikiran kritis, dan berkepedulian sosial tinggi, merupakan agen yang mampu mengembangkan perekonomian Indonesia dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Mahasiswa yang telah berani berwirausaha membuktikan bahwa usaha yang dilakukan mereka dapat membuahkan hasil yang manis karena selain menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain, menambah pengalaman diri sendiri, juga dapat memotivasi mahasiswa lain untuk melakukan hal yang serupa.

Mahasiswa sebagai pemikir bangsa berperan untuk memberikan solusi bagi kedaulatan bangsa dan negara  di bidang ekonomi. Mahasiswa sebagai elemen bangsa dengan potensi pemikirannya besar sekali peran dan fungsinya, misalnya dengan mengadakan penelitian-penelitian, membuat karya tulis di berbagai media, atau seminar-seminar dalam rangka mencari solusi bagi bangsa dan negara untuk menuju bangsa yang berdaulat di bidang ekonomi.

Selain itu mahasiswa juga dapat berperan aktif sebagai wirausaha muda yang memiliki daya pikir kreatif, inovatif dan kritis sehingga akan mampu bersaing dengan mahasiswa dari negara ASEAN lain. Di samping itu dengan berwirausaha akan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan akan menanamkan pada setiap pribadi untuk menjadi job creator bukan job seeker sehingga akan mampu menciptakan produk – produk baru yang inovatif dan mempunyai daya guna tinggi bagi masyarakat luas.

Dalam menghadapi AEC tidak seharusnya kita ragu dan takut. Karena Indonesia sudah terbukti bisa menghadapi berbagai krisis. Semua pihak termasuk BEM harus bekerjasama , bersinergi dan bersatu agar Indonesia tidak menjadi pasar bagi negara-negara Asean. Apabila semua berusaha, pasti ada kesempatan untuk menangkap peluang di tengah ancaman asalkan mempunyai kemampuan, potensi, dan kreatifitas.

 

Implementasi

Implementasi kreatifitas dan integritas pemuda ini perlu dilakukan dan dimulai dari pendekatan. Pendekatan adalah cara kita mewujudkan ketertarikan kita terhadap suatu hal dalam upaya untuk lebih mengenal tentang apa yang kita dekati. Pemuda yang melakukan pendekatan terhadap masalah ekonomi akan lebih mengerti banyak hal tentang berbagai masalah ekonomi yang ada. Sesuai dengan kemampuan pemuda yang aktif, kreatif dan inovatif mengertinya pemuda tersebut terhadap suatu masalah, pemuda tersebut akan berfikir aktif untuk menemukan solusi yang kreatif untuk melakukan sebuah inovasi dalam menyelesaikan masalah tersebut.

 

Kesimpulan

Disebut pemuda karena semangat juangnya yang tinggi, solusinya yang kreatif, serta perwujudan mereka yang inovatif. Sebagai penerus bangsa, pemuda harus mampu melakukan perannya dalam berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi. Bidang ekonomi sangat penting bagi suatu negara, karena dengan ekonomi bangsa yang baik maka akan mampu membuat isi dari negara tersebut sejahtera. Bidang ekonomi juga sangat berdampak pada berbagi bidang lainnya, seperti bidang pendidikan, sosial, budaya, dan politik. Sangat vital bila bidang ekonomi dari suatu negara rusak. Oleh karena itu semua pihak, tidak terkecuali pemuda dan mahasiswa harus berkolaborasi untuk menghadapi Asean Economic Community dengan tujuan untuk membangun ekonomi indonesia yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

 

Arsyad, Yaman. 2010. Peranan Mahasiswa dalam Pengembangan  Ekonomi Islam: Studi Kasus Pada Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. http://yamanyarsyad.blogspot.com/2010/02/peran-mahasiswa-dalam-pengembangan.html

 

Cyberlight-Zon. 2012. Identitas dan Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan Sosial. http://cl512.wordpress.com/2012/07/03/identitas-dan-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-sosial/

 

Diah, Martina Purwaning. 2013. Sudah Siapkah Indonesia Mengghadapi Asean economic Community 2015. http://martinafiaub.wordpress.com/2013/06/13/sudah-siapkah-indonesia-menghadapi-asean-economic-community-2015/

 

Sumbar, Antara. 2013. Mahasiswa Harus Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean. http://www.antarasumbar.com/berita/nasional/d/0/307749/mahasiswa-harus-siap-hadapi-masyarakat-ekonomi-asean.html

 

Kornus. 2013. Pakde Karwo Ajak Mahasiswa Ambil Peran dalam AEC 2015. http://korannusantara.com/pakde-karwo-ajak-mahasiswa-ambil-peran-aec-2015/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>