INTEGRASI PENDIDIKAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN SEKOLAH DALAM RANGKA MEMBANGUN BUILDING CARACTER PADA ANAK USIA DINI

Oleh: Nurul Khotimah

Pada dasarnya semua manusia memiliki potensi-potensi yang baik. Dimana potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan apabila orang yang memiliki suatu potensi tersebut mau berusaha untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Potensi yang dimiliki oleh setiap individu dipengaruhi juga oleh karakter yang dimiliki oleh setiap individu. Dimana setiap perkembangan karakter turut mengembangkan potensi seseorang. Adapun potensi-potensi yang dimiliki manusia dapat dikembangkan dengan adanya pendidikan. Pendidikan pada dasarnya memberikan kesempatan kepada potensi-potensi yang dimilikinya untuk berkembang kearah kesempurnaan serta mencegah atau mengendalikan kemungkinan-kemungkinan terjadinya perubahan  yang mengarah kejelekan.

Menurut Crow and Crow (Djatun, 2009) mengatakan bahwa pendidikan adalah proses pengalaman yang memberikan pengertian, pandangan (insight) dan penyesuaian bagi seseorang yang menyebabkan ia berkembang. Dari pendapat Crow and Crow menekankan bahwa pendidikan lebih mengutamakan pada pengalaman individu dalam mengembangkan potensi anak.

Suatu proses pendidikan akan berlangsung dengan baik apabila terdapat pada suatu lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan diantaranya: lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan pergaulan. Dimana masing-masing lingkungan pendidikan mempunyai karakteristik serta cara pembelajaran pendidikan yang berbeda-beda. Suatu lingkungan pendidikan dapat mencetak potensi anak didik dengan baik apabila lingkungan pendidikan yang ada benar-benar baik. Dari beberapa lingkungan pendidikan, yang paling berpengaruh terhadap pendidikan yaitu pendidikan pada lingkungan keluarga serta pendidikan di sekolah.

Perilaku anak-anak pada dewasa ini, belum banyak yang mencerminkan kepribadian yang kokoh dan cerdas. Kebanyakan belum menanamkan karakter pada diri mereka sendiri. Bila menelisik lebih dalam tentang kriminalitas hampir setiap tahun tindak kejahatan yang terjadi di Indonesia meningkat 1,39 %. Berdasarkan paparan harian Warta Berita pada Januari 2011, rata-rata potensi orang terkena kejahatan sama dalam 3 tahun terakhir, yaitu 86 orang per 100.000 penduduk pertahun.

Fenomena tindak kriminalitas tidak mungkin bertambah pesat tiap tahunnya bila karakter yang baik dibangun sejak dini. Olah karena itu, dalam poses pendidikan diperlukan komponen-komponen aktif yang akan membangun karakter  yang baik pada anak. Adapun komponen-komponen tersebut, diantaranya keluarga, teman, serta masyarakat.

Karakter seorang anak pertama kali dibentuk dalam lingkungan keluarga. Dimana di dalam lingkunga keluarga inilah semua karakter seorang anak pertama kali diciptakan dan dibentuk seperti keinginan orang tua.  Hal tersebut didukung dengan pendapat seorang ahli didaktik yang terbesar, Comenius (1592-1670) dalam bukunya “Didaktica Magna” disamping mengemukakan kebenarannya juga menekankan betapa pentingnya pendidikan keluarga itu bagi anak-anak yang sedang berkembang.  Oleh karena itu, penanaman karakter yang baik dan efektif dimulai dari lingkungan keluarga dan dimulai sejak dini. Adapun penanaman karakter seorang anak pada lingkungan keluarga melalui Pendidikan Keluarga.

Disamping lingkungan keluarga, karakter seorang anak dipengaruhi juga oleh teman-teman serta masyarakat. Pengaruh inilah yang dapat ditemukan pada lingkungan sekolah. Pada lingkungan sekolah terdapat komponen-komponen aktif pembentuk karakter seorang anak, diantaranya pendidik, teman sebaya, serta lingkungan sekitar sekolah atau lebih tepatnya lingkungan masyarakat. Lingkungan sekolah merupakan lingkungan pembentuk karakter sekunder. Hal tersebut berarti karakter yang telah ditanamkan pada lingkungan keluarga sebelumnya akan dikembangkan dan dikokohkan pada lingkungan sekolah. Karakter yang dibentuk pada lingkungan sekolah melalui Pendidikan Sekolah.

Idealnya apabila pendidikan keluarga dan pendidikan sekolah dapat berjalan secara integrasi, maka akan mengefektifan penumbuhan dan pengokohan karakter yang baik pada seorang anak sejak dini. Akan tetapi, pada kenyataannya pendidikan keluarga dan pendidikan sekolah belum dapat bersinergis dalam menumbuhkan karakter anak di usia dini.  Orang tua dan pendidik seringkali masih memiliki pandangan yang kurang tepat dan sempit tentang proses pelaksanaan pembentukan karakter anak pada usia dini, yakni terbatas pada kegiatan akademik saja, seperti: membaca, menulis, menghitung, dan mengasah kreativitas. Oleh karena itu diperlukan suatu langkah nyata dalam menumbuhkan dan mengokohkan karakter seorang anak sejak usia dini yaitu dengan adanya Integrasi Pendidikan Keluarga dan Pendidikan Sekolah dalam Rangka Membangun Building Caracter  Pada Anak Usia Dini.

Integrasi antara pendidikan keluarga dengan pendidikan sekolah ini bertujuan untuk mensinergikan peran komponen-komponen aktif pembentuk karakter pada masing-masing lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah sehingga Building Caracter  yang akan dimiliki oleh seorang anak berkualitas baik dan kokoh.

Implementasi dari integrasi pendidikan keluarga dan pendidikan sekolah dapat dilakukan dengan adanya transparasi dalam proses pendidikan serta komunikasi aktif antara orang tua dengan pendidik. Walaupun pendidikan primer ada pada keluarga, akan tetapi pendidikan sekunder di sekolah juga menentukan karakter dasar pada seorang anak. Tidak hanya sekedar transparasi antara orang tua dan pendidik, adapun metode pembelajaran yang dapat diimplementasikan dalam membangun karakter anak pada usia dini,  yaitu dengan adanya cerita-cerita keteladanan pada setiap pros pendidikan, seperti: kisah-kisah keteladanan Nabi-Nabi, tokoh-tokoh nasionalisme, tokoh-tokoh  Internasional, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Kemudian dapat diimplementasikan juga dengan Contextual Learning, dimana setiap kegiatan pembelajaran dengan langsung diperhatikan dalam tindakan-tindakan seluruh pendidik dalam suatu lembaga pendidikan.

Pada integrasi antara pendidikan keluarga dan pendidikan sekolah dapat dioptimalisasikan dalam bentuk forum diskusi anatar orang tua seorang siswa serta pendidik. Jadi dengan adanya forum tersebut orang tua siswa dapat mengutarakan berbagai persoalan  mengenai perkembangan anaknya kepada para pendidik, sehingga pendidik dapat mengetahui kebutuhan pendidikan setiap siswanya. Selain itu, antara orang tua dan pendidik harus saling menghargai potensi anak, memberi rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, afektif, sosial emosional, moral, agama, dan psikomotorik. Dengan hal tersebut, komponen aktif pembentuk karakter anak pada lingkungan keluarga  dan lingkungan sekolah dapat berjalan secara sinergis. Adapun bila integrasi ini dijalankan sejak anak usia dini maka karakter dasar yang akan terbentuk lebih berkualitas bagus dan kokoh seperti karakter yang diinginkan oleh setiap orang.

Dengan terlaksananya Integrasi Pendidikan Keluarga dan Pendidikan Sekolah dalam Rangka Membangun Building Caracter  Pada Anak Usia Dini, diharapkan dapat membentuk generasi-generasi muda yang berkarakter baik dan kokoh, sehingga dapat memperbaiki pembengunan bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupan dan menjawab tantangan-tantangan persoalan Negara di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>