lsf

LSF (LSP Scientific Forum) 2014 Part 1

LSF (LSP Scientific Forum) merupakan suatu kegiatan sebagai wadah untuk berdiskusi dan membahas suatu permasalahan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan serta mencari solusi dari permasalahan tersebut. LSF diselenggarakan oleh Lingkar Studi Pendidikan (LSP) yang merupakan UKM keilmiahan di FKIP UNS. LSF dilaksanakan dua bulan sekali, dan untuk kesempatan pertama ini dilaksanakan pada Kamis, 24 April 2014 di aula UKM FKIP UNS lantai 2. Tema kegiatan pada LSF kali ini yaitu, “Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Menyambut AEC (ASEAN Economic Community) 2015”. Sedangkan subtema untuk diskusi ini ada 4 macam, yaitu:

  1. Strategi Mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
  2. Pengembangan Sumber Daya Alam (SDA) dalam Mendukung Sektor Perdagangan Indonesia.
  3. Pendidikan Entrepreneurship Sebagai Strategi Peningkatan Daya Saing Bangsa dalam Menghadapi AEC.
  4. Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Tenaga Kerja untuk Menghadapi AEC.

Diskusi ini dihadiri oleh 43 peserta yang terdiri dari perwakilan HMP, HMJ, UKM serta mahasiswa umum FKIP UNS. LSP mengangkat tema diskusi tersebut untuk mengetahui seberapa besar peran mahasiswa dalam menghadapi AEC, mengetahui seberapa jauh kesiapan Indonesia serta apa saja yang harus diperbaiki Indonesia terutama pada sektor industri, sumber daya manusia, sumber daya alam  dan regulasi pemerintah dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015. Acara ini dibuka oleh ketua umum LSP FKIP UNS, Teguh Widiyanto kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi. Setelah itu para peserta diminta membentuk grup discussion untuk saling berdiskusi dan memberikan pendapatnya tentang masalah-masalah yang terdapat di subtema. Diskusi ini dijadikan ajang bertukar pikiran antar mahasiswa yang dapat menciptakan mahasiswa untuk berfikir kritis dan analitis pada persoalan yang dihadapi Indonesia.

Hasil diskusi ini yaitu Indonesia sudah siap dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015 dengan diiringi oleh dukungan dari semua pihak mulai dari akademisi, pebisnis, pemerintah dan pihak lainnya. Akademisi berperan sebagai fungsi perencanaan, meliputi layanan informasi, layanan konsultasi, bimbingan atau pendampingan, dan penyusunan proposal pengembangan usaha. Pebisnis berperan sebagai fungsi pelaksanaan yang meliputi layanan pelatihan, fasilitasi pengembangan organisasi dan manajemen, fasilitasi dalam memperoleh permodalan. Sedangkan pemerintah berperan sebagai fungsi pengembangan yang meliputi penyelenggaraan kontak bisnis, fasilitasi dalam memperluas pasar serta pengembangan teknologi.

*LSP FKIP UNS akan menyelenggarakan LSF selanjutnya dengan mengangkat tema diskusi mengenai 5 bidang PKM DIKTI.

lsf

One thought on “LSF (LSP Scientific Forum) 2014 Part 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>