LSF (LSP Scientific Forum) Part 2 Edisi PPG OH PPG

Hai sahabat LSP sekalian ?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh J

Gimana nih kabarnya ?

LSF hari ini seru kuadrat karena membahas kritis tentang PPG. Yup, dengan topik  pembahasan yang satu ini, tentu mengundang banyak kontroversi. Banak pihak yang pro dan kontra. Nah daripada penasaran. Yuk Cekidot…

LSF hari ini dibawakan oleh Mbak Qurina dari pendidikan matematika 2012 dengan  pembicara Mas Eko Pujianto dari Pendidikan Kimia 2011 yang saat ini adalah presiden BEM FKIP 2014. PPG atau Pendidikan Profesi Guru merupakan salah satu kebijakan yang dahulu direncanakan untuk diterapkan pada tahun 2009, namun dengan berbagai kendala yang ada kebijakan ini akan diterapkan pada tahun 2014. .

PPG dapat ditempuh oleh S1 dan D4 baik basisna pendidikan ataupun nonpendidikan. PPG tidak lantas memuat setiap orang yang mendaftarkan diri, namun melalui proses seleksi. PPG mengandung mata kuliah wajib mulai dari 36 sampai 40 SKS. Didalam PPG terdapat martikulasi yang pada intinya memungkinkan kita untuk berubah haluan. Misalnya dari guru Matematika menjadi guru basa jawa. Memang aneh sekali teman-teman tetapi beginilah realitanya.

Di Indonesia sendiri, ada 16 perguruan tinggi yang menyelenggarakan PPG termasuk UNS. Kuota PPG disesuaikan dengan permintaan guru di pasaran. Saat ini, setiap angkatan diberi jatah 30 kursi PPG. PPG sendiri akan berbentuk seperti lokakarya, latihan dan drill. PPG dilatarbelakangi oleh bludakan sarjana pendidikan yang kurang bermutu. Salah satu faktornya adalah banyaknya Universitas Swasta yang membuka program studi pendidikan. Dengan demikian, menteri pendidikan dan kebudayaan mengusung kebijakan baru ini untuk memperbaiki mutu guru di Indonesia. Kebijakan ini memang terkesan seperti dipaksakan.

Yah, banyaknya Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) di Indonesia memang patut untuk diperbaiki. Penekanan terhadap kualitas perlu ditingkatkan seiring kuantitasnya yang semakin menanjak.

Pada akhirnya, hal yang diharapkan  adalah kebijakan yang adil, jelas mekanismenya serta tidak merugikan berbagai pihak. Red.

Jumat, 20 Juni 2014

Pukul 19:47

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>