Mesin Sorga

Oleh: Teguh Widiyanto

Banyaknya jumlah penduduk Indonesia menimbulkan permasalahan-permasalahan yang perlu diupayakan penanganannya. Salah satu dari permasalahan yang muncul adalah masalah sampah. Sudah lama permasalahan mengenai sampah dipikirkan, dari masalah pembuangan sampah pada lahan dataran rendah, pembuatan TPA (Tempat Penampungan Akhir) sampah, hingga mendaur ulang sampah. Tetapi dari berbagai pemecahan masalah sampah yang sudah ada, belum menunjukan hasil yang maksimal.

Surakarta, Kondisi sampah dari tahun 2003 dengan jumlah 72 ribu ton, pada tahun 2011 meningkat menjadi 88 ribu ton. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surakarta, Satriyo Teguh Subroto mengatakan melihat peningkatan volume sampah dari 2011 ke 2012 yang mencapai 7% diperkirakan volume itu meningkat lagi sampai 10% pada tahun 2013, akibat pasokan sampah per hari menyentuh 300 ton. “Salah satu kekhawatiran bagi kami adalah kenaikan sampah di TPA Putri Cempo mengingat kondisi sudah overload,” katanya Pemarintah belum maksimal dalam mengolah sampah dikarenakan ketrbatsan teknologi yang dimiliki. Malahan beredar rumor disurat kabar bahwa pemkot surakarta siap melelang pengelolaan TPA ke swasta.

Disisi lain melihat potensi bisnis yang sekarang ini belum semua orang memahami, mungkin dikarenakan orang orang hanya melihat sampah teronggok begitu saja tanpa melihat dari kacamata bisnis sampah. Padahal jika saja ada inisiatif menholah sampah menjadi barang yang lebih bermnfaat tebtunya tidak akan terjadi penumpukan sampah di TPA. Kemudian kebanyakan sampah yang ada di TPA adalah sampah organik dari kegiatan rumah tangga, sampah organik ini kemudian dibuang di TPA. Di Tempat inilah sampah organik tercampur dengan sampah anorganik, hal ini menyebabakan pembusukan sampah organik menjadi lama dan menimbulkan pencemaran udara.

Sebagai seorang kaum muda setidaknya kita berfikir supaya sampah organik yang belum dimanfaatkan sekarang ini menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi, salah satu pemanfaatannya adalah dibuat pupuk kompos. Untuk mendapatkan pupuk kompos dengan hasil yang baik, seragam dan waktu yang singkat maka diperlukan sebuah tekhnologi tepat guna dengan kapasitas mengolah skala rumahan dengan pengaplikasian yang mudah. Munculah ide rancang bangun alat perajang sampah organik yaitu MESIN SORGA (Simple Organic Litter Cutting Machine) yaitu Inovasi mesin perajang sampah dengan 92 mata pisau yang disusun dalam 4 Line secara bersilangan.

Mesin sorga ini diseain dengan untuk mengolah sampah rumahan berbanding terbalik dengan mesin perajang yang beredar dipasaran yang menharuskan mengolah sampah dengan skala besar. Mesin ini dilengkapi dengan pisau yang didesain ideal dengan 92 mata pisau yang siap merajang sampah organik dalam bentuk apapun menjadi cacahan yang berukuran 3-4mm.  Dengan menggunakan motor 0,25 PK maka mesin ini membutuhkan listrik yang kecil sehingga pemakaian listrik menjadi hemat. Mesin ini juga didesain portable sehingga bisa mengolah sampah dimana saja, dimana terjadi penumpukan sampah.

Dari berbagai studi literatur yang kami kumpulkan setidaknya mesin ini akan mampu menghasilkan cacahan sampah ukuran 3-5mm, sehingga akan mempercepat pembusakan sampah.

Pembuatan mesin inipun mudah, semua bahan tersedia di toko-toko alat mmesin terdekat. Jika mesin ini bisa diaplikasikan dalam kegiatan masyarakat diharapkan kedepannya akan tercipata lingkungan bebas dari sampah organik, Mengahsilkan pupuk organik yang bisa dipakai/ dijual kembali kepada konsumen yang membutuhkan, Bisa membuka lapangan usaha baru dengan tercipta masyarakat pengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai jual tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>