PEMUDA BERKARAKTER SIAP HADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 (Sri Yuliatun, 2014)

PEMUDA BERKARAKTER SIAP HADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015

Sri Yuliatun

Pendidikan Fisika (K2314048), Universitas Sebelas Maret

Email   : sriyuliatun08@yahoo.com

 

Sudah tidak asing lagi di telinga kita mendengar kata AEC. Bagi sebagian masyarakat yang kurang akan informasi atau tidak mengikuti berita-berita di televisi mungkin asing dengan kata tersebut. Bagi kita para akademisi pasti sudah tidak asing lagi karena sering disinggung di berbagai forum. AEC (ASEAN Economic Community) merupakan integrasi ekonomi ASEAN yang akan dilaksanakan tahun 2015. AEC akan berintegrasi lewat kerja sama ekonomi regional yang diharapkan mampu memberikan akses yang lebih mudah, tidak terkecuali perdagangan. Indonesia memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi negara yang maju pada AEC 2015 mengingat melimpahnya SDA (Sumber Daya Alam) dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang kompeten. Dengan adanya AEC 2015 yang membuka peluang di berbagai sektor usaha. Terbukanya akses-akses ekonomi akan memunculkan persaingan di sektor usaha semakin tinggi. Bukan hanya bersaing di dalam negeri, pengusaha-pengusaha Indonesia akan berhadapan secara langsung dengan pengusaha di tingkat regional. Pada AEC yang akan dilaksanakan tahun mendatang memberikan peluang yang besar bagi para pebisnis dan pengusaha karena semakin banyak pesaing di dunia kerja sehingga perlu pekerjaan yang menjanjikan. Selain itu, dengan menjadi pengusaha dapat membuka lapangan pekerjaan. Maka dari itu, sudah saatnya pemuda Indonesia menunjukan kontribusinya untuk kemajuan bangsa Indonesia. Pemuda berkarakter sangat dibutuhkan bangsa Indonesia dalam menghadapi AEC 2015. Penanaman jiwa pengusaha kepada para pemuda merupakan salah satu langkah awal untuk membentuk pemuda Indonesia yang berkarakter dan kompeten.

Pentingnya penanaman jiwa pengusaha bagi para pemuda adalah agar dapat menjadikan pemuda sebagai pelaku usaha sehingga pemuda Indonesia mampu berinovasi untuk menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing pada AEC 2015. Selain itu, penanaman jiwa pengusaha pada para pemuda meningkatkan jumlah pengusaha muda di Indonesia sehingga akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

Sosialisasi tentang AEC pada masyarakat terutama pemuda adalah langkah awal untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadapi AEC. Tidak hanya disosialisasikan di masyarakat tetapi sosialisasi tentang AEC juga harus dilaksanakan disetiap jajaran pendidikan mulai dari sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Hal ini menyangkut para pemuda yang memiliki potensi untuk membangun negeri. Mereka harus menyadari bahwa mereka akan berkompetisi dengan bangsa lain dalam segala bidang.

Pemuda sebagai pelaku usaha dalam berwirausaha tidak harus membuka usaha yang besar tetapi mulai dari usaha yang kecil. Sebagai sebuah permulaan pengusaha muda dapat mengembangkan usaha yang ringan seperti usaha makanan. Seperti yang kita tahu bahwa manusia setiap saat membutuhkan makan sehingga cukup menjanjikan apabila para pengusaha muda dapat membuka usaha warung makan atau dengan menjajakan makanan ringan.

Mahasiswa sebagai pengusaha muda

Mahasiswa yang merupakan agent of change sudah saatnya memberikan kontribusinya untuk mengubah bangsa Indonesia menuju bangsa yang lebih baik. Dengan adanya AEC memberikan peluang kapada mahasiswa untuk membuktikan kemampuannya. Jiwa pengusaha harus dimiliki oleh mahasiswa karena selain mengandalkan kemampuan intelektual seorang mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan softskill yang dimiliki. Seperti yang kita tahu bahwa sangat dibutuhkan pengusaha yang handal agar mampu bersaing dalam AEC sehingga para mahasiswa perlu ditanamkan jiwa pengusaha sejak dini agar setelah lulus nanti tidak hanya mencari pekerjaan tetapi para lulusan dapat membuka usaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Penanaman jiwa pengusaha kepada para mahasiswa dapat menjadikan mereka sebagai pengusaha muda. Banyak hal yang dapat dikembangkan mahasiswa untuk dijadikan sebagai usaha. Beberapa usaha yang dapat dilakukan mahasiswa seperti usaha makanan, usaha konveksi atau usaha accessoris. Mahasiswa dapat mengandalkan keahliannya untuk membuat suatu barang atau kerajinan yang nantinya dapat dijadikan sebagai usaha. Para mahasiswa yang akan menjadi pengusaha muda juga harus mempertimbangkan produk apa yang paling dibutuhkan oleh orang-orang. Berwirauaha disekitar kampus merupakan langkah awal bagi para mahasiswa untuk mengembangkan usahanya. Sasaran pengusaha muda adalah mahasiswa lain dan para dosen yang ada disekitar kampus. Apabila usaha yang ditekuni dapat berkembang baik hal tersebut memberikan peluang keberhasilan usaha sehingga para pengusaha muda mampu bersaing dengan pengusaha-pengusaha dari bangsa lain.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan jiwa pengusaha pada mahasiswa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengikuti kegiatan pelatihan menjadi pengusaha muda. Jika seseorang mahasiswa memiliki kemampuan menjadi wirausahawan alangkah baiknya apabila mahasiswa tersebut dapat mengikuti pelatihan menjadi pengusaha. Kegiatan tersebut selain menanamkan jiwa pengusaha pada para mahasiswa tetapi juga memberikan pengetahuan bagaimana cara membangun usaha yang baik.

Mahasiswa harus memiliki softskill yang handal

Tugas utama mahasiswa adalah melaksanakan kegiatan perkuliahan sebaik mungkin dan selalu meningkatkan kemampuan intelektual agar dapat bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa asing. Para mahasiswa akan sangat mudah untuk bersekolah di luar negeri apabila memiliki prestasi akademik yang baik. Dengan prestasi yang baik tentu akan memudahkan untuk mendapat beasiswa. Namun untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mudah karena mahasiswa Indonesia harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan mahasiswa asing yang memiliki kualitas yang baik.

Terlepas dari semua itu, bagi seorang mahasiswa memiliki kemampuan intelektual yang tinggi tidaklah cukup. Seperti yang kita tahu bahwa di masa sekarang setiap pekerjaan tidak hanya membutuhkan pekerja yang pandai tetapi juga memiliki keahlian. Dalam AEC 2015, seorang mahasiswa yang telah lulus dituntut untuk memiliki kualitas dan daya saing internasional. Setiap lulusan dari perguruan tinggi harus memiliki softskill yang handal agar dapat bersaing dengan warga negara lain yang tergabung dalam AEC. Pada masa sekarang ini tidak jarang mahasiswa yang hanya mengandalkan kemampuan intelektual sehingga saat mahasiswa terebut lulus besar kemungkinan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut menjadi salah satu masalah serius di Indonesia yang harus segera ditangani.

Permasalahan tersebut sebenarnya dapat diatasi dengan mudah asalkan setiap mahasiswa memilki kesadaran tentang pentingnya softskill untuk bekal menghadapi dunia kerja. Para mahasiswa dapat memperoleh softskill dengan mengikuti organisasi-organisasi atau kegiatan mahasiswa yang ada di kampus mereka. Dengan mengikuti organisasi seseorang akan mengerti bagaimana bekerja sama, memahami apa itu tanggung jawab dan kerja keras. Tidak hanya karakter baik yang akan didapat, seseorang yang mengikuti organisasi akan tahu bagaimana bekerja dalam tim. Hal itu sangat menunjang saat bekerja nanti karena besar kemungkinan pekerjaan-pekerjaan yang ada merupakan pekerjaan yang menuntut untuk bekerja dengan beberapa orang yang tergabung dalam tim.

Meninggalkan gaya hidup konsumerisme dan mencintai produk dalam negeri

Globalisasi yang terjadi telah mengubah sebagian kebudayaan dan karakter bangsa Indonesia. Rasa cinta tanah air seiring berjalannya waktu juga mulai memudar. Bertahun-tahun Indonesia telah merdeka dan terbebas dari penjajahan bangsa asing tetapi sesungguhnya Indonesia masih terjajah dalam hal perekonomian. Masalah ini tidak lepas dari sebagian masyarakat Indonesia yang memiliki gaya hidup konsumerisme. Gaya hidup konsumerisme banyak terjadi dikalangan pemuda. Pemuda masa kini lebih menyukai berjalan-jalan dan shopping di mall membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Hal semacam ini menjadi masalah serius mengingat AEC yang sebentar lagi akan diberlakukan di negara-negara ASEAN. Konsumerisme dapat menyebabkan hilangnya rasa cinta pada produk dalam negeri karena mereka yang memiliki gaya hidup konsumerisme akan membeli barang-barang yang bermerk dan barang-barang impor yang menurut mereka kualitasnya lebih bagus dari produk dalam negeri. Hal inilah yang perlu dibenahi dari masyarakat Indonesia terutama para pemuda.

Para pemuda Indonesia harus segera menyadari bahwa gaya hidup konsumerisme tidak akan memberikan keuntungan apapun. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki gaya hidup masyarakat Indonesia adalah dengan memberikan sosialisasi tentang pentingnya hidup hemat dan mencintai produk dalam negeri. Di kalangan mahasiswa dapat dilakukan dengan penanaman jiwa pengusaha yang akan mengarahkan mahasiswa untuk berproduksi tidak hanya menggunakan barang dan jasa saja. Mahasiswa harus menjauhi gaya hidup konsumerisme dan mulai mengisi waktu luangnya bukan hanya sekedar jalan-jalan atau shopping namun aktif mengikuti kegiatan yang ada di kampus.

Dengan meminimalisir gaya hidup konsumerisme dan membeli produk dalam negeri memberikan andil untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia. selain itu, dengan mencintai produk dalam negeri dapat mebatasi diri untuk tidak membeli produk luar apalagi pada AEC 2015 produk-produk luar negeri akan semakin banyak di Indonesia.

Dengan mempersiapkan pemuda Indonesia menjadi pemuda berkarakter yaitu pemuda yang memiliki jiwa pengusaha bahkan sudah siap menjadi pengusaha muda, memilki softskill yang handal dan jauh dari gaya hidup konsumerisme serta mencintai produk dalam negeri Indonesia selangkah lebih siap untuk menghadapi AEC 2015 mendatang. Peran pemuda sangat menentukan keberhasilan bangsa Indonesia dalam menghadapi AEC karena pemuda merupakan aset bangsa yang akan meneruskan perjuangan untuk meraih kemerdekaan yang menyeluruh.

 

Biodata Pengirim :

Nama : Sri Yuliatun

NIM    : K2314048

Prodi   : Pendidikan Fisika

Alamat : Jalan Sawo 58A Desa Menganti, Keugihan, Cilacap

No.HP : 085747044062

Email   : sriyuliatun08@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>