PERAN PEMUDA INDONESIA DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) ATAU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) (Wahyuningsih, 2014)

PERAN PEMUDA INDONESIA DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) ATAU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

Wahyuningsih

PPKN (K6414055), Universitas Sebelas Maret

 

Ekonomi yang adil, yang dapat mengurangi angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan dapat menyejahterakan masyarakat merupakan harapan dan cita-cita semua pemimpin, tak terkecuali para pemimpin di kawasan Asia Tenggara. Melalui Komunitas ASEAN, para pemimpin di Asia Tenggara telah sepakat membentuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara, terutama negara-negara yang tergabung di Komunitas ASEAN menjadi negara yang stabil, makmur dengan perkembangan ekonomi yang adil, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi pada tahun 2020 yang disebut dengan ASEAN Vision 2020. Tetapi setelah KTT ASEAN ke-12 pada tahun 2007 para pemimpin  ASEAN sepakat tentang percepatan pembetukan komunitas ASEAN pada tahun 2015.

Visi dari Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut dalam ASEAN Vision 2020 yaitu untuk mengubah  ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan aliran modal yang lebih bebas. Karateristik utama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah pasar dan basis produksi tunggal, kawasan ekonomi yang kompetitif, wilayah pembangunan ekonomi yang merata, daerah terintegrasi penuh dalam ekonomi global. Untuk merealisasikan ASEAN Economic Community (AEC), perlulah tokoh-tokoh yang menjalankan dan melaksanakannya, sehingga tercapailah ASEAN Vision 2020. Siapakah tokohnya? Tentu saja para pemuda yang memiliki kemampuan dan kecakapan untuk melakukannya.

Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Melihat dari sisi usia, maka pemuda merupakan seseorang yang dalam masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu. Oleh karena memiliki semangat pembaharu, diharapkan para pemuda mampu menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) dengan semangatnya yang membara, inovasi dan kreativitas-kreativasnya.

Dengan memiliki kemampuan dalam suatu bidang tertentu atau memiliki kemampuan lebih dari satu maka para pemuda akan mampu menghadapi ASEAN Economic Community. Selain dari hard skill pemuda juga harus memiliki soft skill yang tinggi, hard skill dan soft skill merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan. Namun, dari beberapa penelitian yang telah dilakukan masing-masing skill akan berbeda porsinya dalam menentukan kesuksesan seseorang. Soft skill sekitar 80% dan sisanya 20% oleh hard skill, karena kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Hard skill yaitu penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang dipelajari. Sedangkan soft skill merupakan ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (inter-personal skill) dan ketrampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra-personal skill) yang mampu mengembangkan untuk kerja secara maksimal.

Inter-Personal  skill diantaranya kemampuan dalam berkomunikasi, membangun hubungan baik, kemampuan memotivasi, kemampuan kepemimpinan, kemampuan memasarkan diri sendiri, kemampuan bernegosiasi, kemampuan berpresentasi, kemampuan berkomunikasi di depan publik. Sedangkan Intra-Personal skill diantaranya adalah membentuk karakter, membentuk kepercayaan atau keyakinan, melaksanakan dan mengatur perubahan, mengatur tingkat stress pada diri sendiri, melaksanakan dan mengatur waktu, proses berfikir kreatif, menentukan tujuan hidup, teknik percepatan belajar. Contoh perilaku yang mencerminkan kemampuan soft skills adalah sebagai berikut: kejujuran, tanggung jawab, berlaku adil, kemampuan bekerja sama, kemampuan beradaptasi, kemampuan berkomunikasi, toleran, hormat menghormati terhadap sesama, kemampuan mengambil keputusan, kemampuan memecahkan masalah, dan masih banyak lagi.Dengan menguasai kedua skill tersebut pemuda akan berusaha mengembangkan diri mereka.

Dalam kaitannya dengan ASEAN Economic Community, pemuda akan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Beberapa yang harus pemuda kembangkan adalah penguasaan bahasa asing, terlebih bahasa Inggris yang telah menjadi dahasa internasional. Kenapa perlu penguasaan bahasa asing? Karena pada ASEAN Economic Community akaan terjadi semacam pasar bebas yang terjadi di kawasan negara-negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam Komunitas ASEAN. Pasar bebas ini artinya semua barang dan jasa yang ada di negara-negara Asia Tenggara ini bebas keluar masuk ke negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Misanya adalah tenaga kerja Inonesia bebas memasuki negara lain di Asia Tenggara, begitu juga dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya bebas masuk ke Indonesia. Sehingga jelaslah bahwa pemuda perlu menguasai bahasa asing, supaya mampu bersaing dengan warga negara asing. Dengan kemampuan bahasa yang baik mereka akan mampu berkomunikasi dengan warga negara asing dengan baik, sehingga suatu bisnis tersebut bisa berjalan dengan lancar dan tentunya bisa bersaing dengan negara lain.

Selain dari penguasaan bahasa asing yang perlu dikembangkan oleh pemuda adalah kemampuan mereka dalam menguasai berbagai ilmu pengetahuan serta penerapannya dalam kehidupan. Dari karena itu pemuda harus benar-benar serius dalam menjalani masa-masa mereka menuntut ilu di sekolah maupun di lingkungan tempat mereka bergaul. Jangan sampai mereka memposisikan diri yang acuh-takacuh menghadapi perkembangan dunia yang begitu membutuhkan pemuda yang cerdas, rajin, kreatif, dan inovatif. Misalnya saja murid yang lulus dari sekolah kejuruan, jika mereka anggap di sekolah menengah dirasa belum menguasai bidangnya secara mahir mereka perlu meningkatkannya lagi kemampuan itu dengan belajar lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Itu merupakan salah saatu cara dan masih banyak lagi cara-cara yang lain yang bisa meningkatkan kemampuan seseorang, asalkan mereka serius dalam melakukannya. Keterampilan itu penting tetapi lebih penting lagi adalah keseriusan dalam menjalankan suatu keterampilan tersebut.

Menghadapi ASEAN Economic Community ini pemuda juga perlu mengembangkan diri dan berani dalam membuka suatu usaha. Setidaknya mereka perlu mempersiapkan diri dengan matang dalam menghadapi ASEAN Economic Community ini, mungkin dengan membuka suatu usaha. Jika mereka mampu dalam mengembangkan suatu usaha, maka usaha tersebut harus benar-benar suatu usaha yang tidak hanya usaha biasa. Artinya usaha tersebut harus mampu bersaing dengan usaha dari luar negeri. Bagaimana caranya? Yaitu dengan memilih suatu usaha yang tidak harus yang paling berbeda, namun kualitas dan kuantitas yang disediakan itu harus lebih unggul dari negara lain atau setidaknya suatu usaha yang memiliki ciri khas yang dapat menarik perhatian dari negara lain.

Selain itu pemuda juga bisa mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Indonesia yaitu kekayaan alamnya. Kekayaan yang dimiliki Indonesia sangat banyak, salah satunya adalah luas lahan untuk pertanian. Pemuda dengan bantuan masyarakat tentunya bisa mengolah lahan pertanian dengan lebih baik dari sebelumnya. Jika lahan diolah dengan baik, maka kebutuhan pangan Indonesia akan terpenuhi dan bisa melakukan ekspor hasil pertanian ke luar negeri. Itu akan menambah devisa negara dan menjadi negara yang stabil, makmur dengan perkembangan ekonomi yang adil, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi.

Dengan peran pemuda dalam ASEAN Economic Community yang sangat aktif dan terus berlanjut dengan usaha-usaha yanng baik maka Indonesia akan mampu menghadapi ASEAN Economic Community dengan sangat siap dan matang. Keterampilan itu penting tetapi lebih penting lagi adalah keseriusan dalam menjalankan suatu keterampilan tersebut. Sehingga dengan keseriusan dan keterampilan yang pemuda miliki dapat menjadikan terwujudnya visi dan misi ASEAN Vision 2020 yaitu yang berbunyi “Visi dari Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut dalam ASEAN Vision 2020 yaitu untuk mengubah  ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan aliran modal yang lebih bebas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>