Peran Teknologi sebagai Tonggak Kebangkitan Pendidikan Kaum Disabilitas

 

Oleh : Inayah Adi Oktaviana

Memasuki milenium ketiga, revolusi teknologi sudah semakin pesat merambah ke berbagai sendi keduhidupan. Istilah populer yang melatarbelakangi perkembangan tersebut adalah globalisasi. Gaung globalisasi yang semakin terasa pada akhir abad ke-20, karena sejak saat itu revolusi telah melesat ke berbagai bidang termasuk teknologi.Revolusi teknologi informasi dan komunikasi berdampak massif terhadap kehidupan manusia, baik dari segi positif maupun segi negatifnya. Namun, pada kenyataannya, hingga kini masih saja ada beberapa pihak yang belum merasakan dampak positif revolusi teknologi secara optimal, antara lain para penyandang cacat yang sering disebut dengan istilah ‘disabilitas’.

Saat ini jumlah kaum Disabilitas (Disability) seluruh dunia mencapai 1 milyar jiwa atau 12% dari jumlah penduduk dunia dan 80%diantaranya berada di negara berkembang. Menurut catatan Kementrian Sosial RI, pada tahun 2011jumlah penyandangdisabilitas di Indonesia mencapai 7 juta orang atau sekitar 3% dari total penduduk di Indonesia yang berjumlah di 238 juta. Menurut UU No.4 Tahun 1997 Tentang penyandang cacat, penyandang cacat didefinisikan sebagai setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental, penyandang cacat fisik dan mental.

Belajar dari Vietnam

Vietnam dan Indonesia merupakan sama-sama negara berkembang di Asia Tenggara. Tidak berbeda dengan Indonesia, di Vietnam jumlah penyandang disabilitas sangat banyak bahkan mencapai 4% dari jumlah penduduk. Namun yang perlu Indonesia pelajari dari negara tersebut adalah kesungguhannya dalam memberdayakanpenyandang disabilitas.

Di Vietnam ada suatu organisasi non-pemerintahan yang didirikan oleh Association For Children with Disability, yang mempunyai perhatian khusus untuk penyandang disabilitas. Oraganisasi tersebut adalah Sao Mai Computer CenterThe Blind (SMCC) yang memusatkan perhatiannya pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemandirian hidup tunanetra.Lembaga tersebut bukanlah lembaga yang besar, namun semangatnya untuk berbagi sangatlah tinggi. SMCC telah merintis kursus pelatihan komputer untuk tunanetra di Vietnam. Selain itu, lembaga tersebut juga aktif mengadakan penelitian dan pengembangan perangkat lunak serta aplikasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran bagi tunanetra.

Disana juga ada sebuah lembaga pemerintah, yaitu NDC Special School yang merupakan suatu lembaga pendidikan sekolah luar biasa untuk penyandang disabilitas. Tidak seperti rata-rata sekolah luar biasa yang ada di Indonesia, NDC memiliki laboratorium komputer yang selalu ramai dikunjungi siswa, dan pelayanan pendidikan disana pun sangat komprehensif. Sungguh hal yang sangat dikagumi, negara berkembang seperti Vietnam, begitu memperhatikan nasib kaum disabilitas.

Peran Teknologi

Pesan penting yang dapat diambil dari pelajaran tersebut adalah betapa pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membangkitkan pendidikan bagi kaum disabilitas. Hal inilah yang seharusnya dijadikan solusi untuk mengatasi permaslahanpenyandang disabilitas di Indonesia. Meskipun jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sangat banyak, tetapi pada kenyataannya perhatian masyarakat dan juga pemerintah sendiri sangat minim terkait pengembangan kemampuan penyandang cacat dengan memanfaatkan peran TIK. Buktinya, di Indonesia banyak sekali Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah Inklusifyang fasilitas teknologinya sangat minim.

Padahal jika diilihat dari segi potensinya, TIK mempunyai andil yang cukup besar dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk penyandang cacat. Aspek cakupan teknologi begitu luas, sehingga dengan pengolahan dan pengembangan yang sebaik-baiknya akan didapat produk-produk baik berupa alat, media pembelajaran, maupun situs-situs yang bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran bagi penyandang disabilitas dan sebagai media bentuk kepedulian terhadap mereka.

Ditengah maraknya berbagai peralatan canggih yang cukup dikenal masyarakat, iPad merupakan salah satu alat canggih hasil modifikasi dan pengembangan teknologi yang sekarang sudah mulai dikembangkan suatu rancangan produk khusus untuk penyandang disabilitas. Di dalamnya terdapat berbagai fitur yang menarik dan bermanfaat, misalnya: layar sentuh, perintah suara dan pembaca layar, fitus tersebut dirancang khusus untuk penyandang tunanetra atau orang yang memanfaatkan Technology Speech Recognition. Ada pula fitur suara mono yang dapat mengubah suara stereo menjadi suara satu ara yang dibutuhkan oleh tunarungu.

Selain itu seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, penemuan terhadap software komputer pun semakin banyak. Berbagai software komputer telah tersedia dapat digunakan untuk membuat suatu media pembelajaran berbasis teknologi. Misalnya multimedia interaktif sebagai media pembelajaran bagi penyandang autis, yang bisa dibuat dengan berbagai software, contohnya Macromedia Flash, dapat mengombinasikanpicture, audio, dan motion, sebagai pembuatan media pembelajaran untuk anak autis yang notabenenya lebih mudah belajar dengan cara visual.

Sedangkan untuk menyadarkan masyarakat umum terkait betapa pentingnyamenghilangkan stigma negatif untuk para penyandang disabilitas, bisa dilakukan dengan bantuan blog maupun jejaring sosial, misalnya twitter dan facebook, yang bisa digunakan untuk memposting artikel atau melakukan suatu gerakan peduli terhadap penyandang disabilitas. Salah satu contoh website dengan gerakan pedulinya terhadap kaum disabilitas adalah Kartunet.com, sebagai mediayang berperan mempublikasikan karya-karya penyandang disabilitas khususnya mengenai isu-isu disabilitas yang bertujuan untuk membentuk masyarakat inklusif terhadap penyandang disabilitas di Indonesia.

Peralatan, media pembelajaran dan gerakan sosial yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, tentunya saling terkait dan saling mendukung dalam peningkatan pendidikan untuk kaum disabilitas. Karena, meskipun ada alat-alat canggih dan media pembelajaran yang bagus, namun jika usaha untuk mereduksi pandangan negatif masyarakat tidak dilakukan, niscaya tujuan akhir untuk pendidikan lebih optimal pun tidak tercapai.Dari sinilah kita dapat mengetahui betapa pentingnya peran teknologi terhadap pendidikan kaum disabilitas.

Kaum disabilitas juga manusia, kekurangan yang mereka sandang tentu bukan keinginan mereka. Mereka juga mempunyai hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan ikut merasakan fasilitas-fasilitas yang tersedia. Sudah saatnya kaum disabilitas bangkit dari keterpurukan. Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat peduli terhadap hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan. Asumsi ‘ketidakberdayaan’ untuk kaum disabilitas seharusnya sudah dibuang jauh-jauh dari kehidupan masyarakat.Dengan pemerataan pendidikan, harapannya kaum disabilitas ikut menorehkan segudang prestasi untuk Indonesia. Karena dibalik kekurangan mereka pasti terdapat suatu potensi yang luar biasa.

Harapannya, semakin banyak orang yang mengerti terhadap perkembangan teknologi dan peduli terhadap kaum disabilitas, akan berdampak pada kemajuan pendidikan kaum disabilitas. Indonesia membutuhkan orang-orang seperti Bambang Basuki, seorang warga Jakarta yang mendirikan Yayasan Mitra Netra dan pelopor teknologi informasi komputer bicara bagi penyandang tuna netra.Sudah saatnya teknologi menjadi sarana tonggak kebangkitan pendidikan untuk kaum disabilitas, karena pada hakekatnya pendidikan itu adalah hal yang fundametal dan perlu didapatkan oleh setiap insan.

5 thoughts on “Peran Teknologi sebagai Tonggak Kebangkitan Pendidikan Kaum Disabilitas

  1. Kita sebagai mahasiswa tidak hanya harus berfikir kritis. Tapi kita harus mampu ikut serta dan berperan aktif memberi kontribusi positif serta ikut andil dalam setiap usaha. Dengan harapan kita bisa menjadi output yang dapat dicontoh.
    Hayo… semangat kawan kawan… ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>