PERSONAL GUIDANCE UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK USIA SMP

Oleh: Haifah Lya Ashali/Bimbingan dan Konseling FKIP UNS

Berdasarkan periodisasi urutan perkembangan individu, Peserta didik usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercover dalam lingkup tahap perkembangan masa remaja, dengan usia rata-rata antara 12-15 tahun. Pengertian masa remaja sendiri  Menurut Hurlock (1981) adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Pada masa-masa tersebut disebut masa sulit karena mereka mulai mengalami masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau yang akrab dengan istilah masa remaja. Dalam menapaki masa remajanya, peserta didik usia SMP melewati berbagai macam godaan dan pergolakan yang sulit, salah satu contoh pada masa remaja juga disebut dengan masa merindu puja, hal ini dikarenakan masa remaja mulai mengenal dan memiliki ketertarikan dengan lawan jenis, dan masa yang demikian memang suatu hal yang wajar dialami oleh setiap remaja, yang menjadi permasalahan ialah ketika hal tersebut tidak mendapat perhatian dan bimbingan sehingga dapat memunculkan dampak negatif yang mempengaruhi pembentukan karakter.

Personal Guidance atau bimbingan pribadi ialah bimbingan yang diarahkan untuk membantu seseorang dalam memahami keadaan dirinya, baik kekurangan maupun kelebihan atau potensi-potensi yang bisa dikembangkan untuk mencapai tiap tugas perkembangan yang dilaluinya yang mengarah pada ketercapaian kualitas hidup yang lebih baik. Personal Guidance membentuk karakter peserta didik usia SMP dengan melihat tugas perkembangan dan Permasalahan yang dialami oleh remaja usia SMP. permasalahan yang dialami mereka sangat kompleks ruang lingkupnya, bisa kita ambil beberapa sampel permasalahan yang umum dialami oleh remaja usia SMP ialah mengenai pencarian jati diri, hubungan percintaan, hubungan dengan teman sebaya, dan sebagainya. Jika mereka mendapatkan arahan dan bimbingan dengan tepat, permasalahan-permasalahan tersebut justru dapat menjadi batu loncatan terbentuknya karakter positif bagi peserta didik.

Bagi guru mata pelajaran pada umumnya, membimbing dan mengarahkan peserta didik agar terbentuknya karakter yang bagi para remaja SMP dapat dilakukan dengan menghubungkan materi pelajaran dengan permasalahan-permasalahan yang dialami siswa, didiskusikan bersama lalu mengambil kesimpulan yang tepat sesuai dengan diskusi yang dilakukan. Dari hal ini, guru telah menjalankan dua peran sekaligus. Menjalankan amanahnya sebagai seorang guru, juga sekaligus mengarahkan peserta didik agar karakternya terbentuk melalui dinamika kelompok yang yang diikuti oleh peserta didik pada mata pelajaran tersebut. Dalam proses dinamika kelompok, guru tetap mengarahkan dan mengawasi jalannya diskusi agar tidak melebar dan tetap dalam koridor mata pelajaran yang diampu oleh guru tersebut. Diskusi yang dilakukan pun tidak harus dalam waktu yang panjang dan tidak harus dilakukan secara penuh dalam suatu pelajaran, diskusi dilakukan jika dirasa pada sub bab mata pelajaran tertentu dapat disinergikan dan mendukung terbentuknya karakter pada peserta didik usia SMP. pada saat proses keberjalanan suatu diskusi, seorang guru memberikan bumbu-bumbu kalimat atau perkataan yang dapat mendukung terbentuknya karakter para peserta didik sehingga mereka benar-benar menyerap inti sari perkataan yang disampaikan oleh guru. Disini, karakter peserta didik terbentuk ketika peserta didik benar-benar dapat menyerap informasi tersebut, sehingga mereka akan merefleksikan apa yang disampaikan oleh gurunya dengan apa yang terjadi pada dirinya.

Bagi guru pembimbing (Guru BK) khususnya, personal gudance atau bimbingan pribadi merupakan salah satu bidang bimbingan yang sangat urgen diberikan kepada peserta didik dan dapat dikatakan sebagai makanan pokok yang harus senantiasa dikonsumsi oleh para peserta didik. Bimbingan pribadi oleh guru pembimbing dilakukan dengan berbagai cara yang tertuang dalam program layanan yang disusun tiap tahunnya. Sebagai contoh, dengan berpegang pada fungsi pencegahan dalam bimbingan dan konseling, guru pembimbing mengarahkan peserta didik agar siap menghadapi dan melewati masa remajanya degan bahagia melalui simulasi satuan layanan yang diberikan oleh guru pembimbing ketika mereka masuk ke kelas tiap minggunya. Dalam menyampaikan simulasi satuan layanan di kelas, guru pembimbinga harus benar-benar menggunakan pendekatan personal kepada peserta didik, karena pendekatan personal merupakan salah satu teknik yang tepat untuk dapat dapat menarik perhatian dan simpatik dari peserta didik sehingga mereka akan menerima kita dengan terbuka dan menerima kita untuk mengetahui apa yang sedang dialami oleh peserta didik tersebut. Saling menerima dari kedua belah pihak yaitu antara guru pembimbing dengan peserta didik akan memunculkan suatu diskusi, baik diskusi yang dilakukan dalam pertemuan secara klasikal didalam kelas, maupun diskusi secara interpersonal yang dilakukan dengan guru pembimbing dengan seorang peserta didik (konseli) yang telah memiliki permasalahan akut dan harus segera diselesaikan. Hal ini bukan berarti bahwa guru pembimbing bertindak sebagai pemberi solusi atas permasalahan peserta didik. Yang dilakukan guru pembimbing disini ialah mengarahkan dan membantu peserta didik memahamkan mengenai potensi-potensi yang ada dalam dirinya, potensi-potensi yang ada di dalam diri individu tersebut dapat menjadi sumber terselesaikannya permasalahan yang dialami, terpecahkannya masalah peserta didik menjadi salah satu bukti bahwa peserta didik tersebut telah mencapai kemandirian, dan itu adalah salah satu bagian dari pembentukan karakter yang ada dalam dirinya.

Selanjutanya, selain guru pembimbing dan guru mata pelajaran, orang tua selaku orang terdekat dengan peserta didik di lingkungan keluarga juga sangat berperan penting dalam pembentukan karater peserta didik (anak). Melalui bimbingan orang tua, karakter anak akan terbentuk secara bertahap. Agar karakter anak benar-benar terbentuk, orang tua harus benar-benar memahami dan mengerti kebutuhan anak, dengan demikian anak akan mendapatkan penerimaan, perhatian dan kasih sayang secara utuh dari keluarga. Penerimaan, perhatian, dan kasih sayang yang dilakukan dengan pendekatan bimbingan personal akan membentuk anak menjadi pribadi yang berkarakter sesuai dengan harapan orang tua tentunya. Dengan dukungan dari berbagai pihak inilah personal guidance dapat membentuk karakter bagi peserta didik usia remaja khususnya peserta didik usia SMP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>