URGENSI DAN RELEVANSI PERS

DIAN TARAKANITA_Pendidikan Kewarganegaraan 2014

Pers merupakan salah satu sarana yang mempunyai fungsi sebagai media penyalur aspirasi dan mempunyai peranan penting dalam negara demokrasi contohnya seperti Indonesia. Aspirasi yang dikemukakan ialah bentuk dari pemikiran kritis terhadap semua fenomena, kejadian, dan permasalahan yang sedang terjadi di sekitar lingkungan masyarakat. Definisi pers sendiri menurut Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, disebutkan bahwa “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Sejarah perkembangan pers di Indonesia sendiri sangat erat hubungan nya dengan sejarah dari sistem politik Indonesia sejak jaman pendudukan kolonial Belanda. Fungsi pers pada massa kolonial Belanda hanya ditujukan untuk membela kepentingan-kepentingan kolonial Belanda. Media yang meliputi surat kabar, majalah dan koran semuanya berbahasa Belanda. Seiring berjalannya waktu, orang-orang Indonesia terutama orang pergerakan mengusahakan berdirinya pers nasional yang dikelola sendiri untuk memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia yang terjajah.

Bisa dikatakan masa sejarah pers nasional diawali dengan terbitnya koran mingguan Medan Prijaji pada tahun 1907 yang didirikan oleh RM Tirto Adhi Soerjo dan Raden Djokomono. Penerbitan koran inilah yang pertama kali menggunakan modal nasional dan dipimpin oleh orang Indonesia setelah sebelumnya seluruh media massa dipegang kendali oleh Belanda. Koran berbahasa melayu ini pada tahun 1910 diubah formatnya dari minggguan menjadi harian. Koran Medan Prijaji menjadi awal pers Indonesia dalam melawan kesewenang-wenangan penguasa dan menyerukan agar bangsa pribumi mengorganisasi diri untuk menghadapi pihak-pihak asing.

Pejuangan kemerdekaan melalui pers terus berlanjut hingga datangnya masa penguasaan Jepang. Saat itu semua media pers langsung berada di bawah pemerintahan militer Jepang sebagai alat propaganda  Jepang melawan sekutu. Koran berbahasa Belanda dilarang terbit pada masa pendudukan Jepang, disisi lain kondisi yang seperti itu memberikan celah dan keuntungan yang mana hal itu dapat dimanfaatkan oleh pers untuk meratakan penggunaan bahasa Indonesia ke seluruh pelosok tanah air. Bahkan orang Indonesia juga mendapatkan latihan pengelolaan pers yang nantinya berguna pada masa pasca kemerdekaan.

Dari sedikit uraian diatas mengenai sejarah pers di Indonesia, sudah terlihat bahwa pers Indonesia selalu berusaha mengembangkan segala potensi untuk benar- benar bisa menjadi suatu wadah masyarakat dalam menyampaikan sebuah gagasan atau informasi. Menurut salah satu sumber dari seorang blogger yang memang berkompeten dalam bidang pers, menyebutkan bahwa dalam BAB II pasal 3 ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan “Pers mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.” Beberapa penjelasan mengenai 4 fungsi pers tersebut sebagai berikut :

  1. Informasi ( to inform )

Fungsi Pers sebagai media informasi adalah sarana untuk menyampaikan informasi secepatnya kepada masyarakat luas. Berbagai keinginan, aspirasi, pendapat, sikap, perasaan manusia. .
Penyampaian informasi tersebut dengan ketentuan bahwa informasi yang disampaikan harus memenuhi kriteria dasar yaitu aktual, akurat, faktual, menarik, penting benar, lengkap, jelas, jujur, adil, berimbang, relevan, bermanfaat, dan etis.

  1. Pendidikan ( to educate )

Fungsi penidikan ini antara lain membedakan pers sebagai lembaga kemasyarakatan dengan lembaga kemasyarakatan yang lain. Sebagai lembaga ekonomi, pers memang dituntut berorientasi komersial untuk memperoleh keuntungan finansial.
Pers sebagai media pendidikan ini mencakup semua sektor kehidupan baik ekonomi, politik, sosial, maupun budaya. Pers memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pendidikan politik sehingga masyarakat memahami model Pilkada yang baru kali pertama digelar.

  1. Hiburan ( To entertain )

Sebagai media hiburan, pers harus mampu memerankan dirinya sebagai wahana rekreasi yang menyenangkan sekaligus yang menyehatkan bagi semua lapisan masyarakat.
Hiburan disini bukan dalam arti menyajikan tulisan-tulisan atau informasi-informasi mengenai jenis-jenis hiburan yang disenangi masyarakat. Akan tetapi menghibur dalam arti menarik pembaca dengan menyuguhkan hal-hal yang ringan di antara sekian banyak informasi berita yang berat dan serius.

  1. Kontrol Sosial (Social control)

Pers sebagai alat kontrol sosial adalah menyampaikan (memberitakan) peristiwa buruk, keadaan yang tidak pada tempatnya dan ihwal yang menyalahi aturan, supaya peristiwa buruk tersebut tidak terulang lagi. Selain itu kesadaran berbuat baik serta mentaati peraturan semakin tinggi,

Peranan Pers untuk saat ini memang penting, hal ini disebabkan karena pers mempunyai andil yang cukup besar dalam mempengaruhi pola pikir masyarakat mengenai segala informasi yang menyangkut permasalahan- permasalahan yang sedang terjadi. Misalnya saja, sebuah media cetak seperti koran memuat berita tentang gaya hidup seorang selebritis yang hobi nge-mall, dan tidak pernah absen pergi ke salon untuk melakukan perawatan. Informasi yang seperti itu, secara tidak langsung akan memberikan efek doktrin yang disebut gaya hidup hedon atau bermewah- mewahan dikalangan masyarakat awam terutama kaum wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>